Kamis, 05 Agustus 2010

Pengelasan Stainless Steel (Welding Of Stainless Steel)


Nama stainless steel tidak asing lagi kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Stainless steel merupakan baja lapis chrom (Cr) atau dalam bidan Industri disebut sebagai Baja Perkakas dikarenakan memiliki ketahanan aus. Stainless Steel merupakan penggolongan ke-3 dari 3 jenis baja menurut kandungan karbon
1. Baja karbon rendah (Low Carbon Steel)
2. Baja Karbon Sedang (Medium Carbon Steel)
3. Baja Karbon Tinggi (High Carbon Steel)
Lihat diagram fasa FeC


Berbagai prosedur pun harus diperhatikan dalam proses pengelasan stainless steel guna menghindari Hot crack (retak panas) dan Cold crack (retak dingin). Pada dasarnya pada pengelasan Stainless Steel cenderung terjadi penggetasan karena paduan yang tinggi yang tidak dapat mengkompensasi penyusutan yang dapat mengakibatkan crack.
Klasifikasi Stainless Steel terdapat 5 jenis :
1. Feritic Stainless Steel 
2. Austenitic Stainless Steel
3. Martensitic Stainless Steel
4. Duplex
5. Precipitation Hardened Stainless Steel

Namun dilihat dari sifat mampu las (Weldability) :

1. Feritic Stainless Steel (Suffer Sufficient)
2. Austenitic Stainless Steel (Excellent)
3. Martensitic Stainless Steel (Poor)
4. Duplex (Good)
5. Precipitation Hardened Stainless Steel (Good)

Jenis-jenis pengelasan yang dapat dilakukan dalam mengelas Stainless Steel adalah :
1. SMAW (Shielded Metal Arc Welding)
2. TIG (Tungsten Inert Gas)
3. MIG (Metal Inert Gas)
4. SAW (Submerged Arc Welding) semi otomatis

Prosedur pengelasan Stainless Steel :
1. Feritic Stainless Steel
 Gunakan filler Austenitic, lakukan proses pre-heat pada temp.200-300 C dan             Interpass pada temp.200-300 C, proses Annealing pada temp.700-750 C.
2. Austenitic Stainless Steel
 Tidak perlu dilakuakn proses PWHT (post  weld heat Treatment). Gunakan filler Austenitic, kemudian bila diperlukan lakuakan proses PWHT jika terdapat distorsi.
Gunakan kampuh double V

 3. Martensitic Stainless Steel 
Lakukan proses tempering pada temp. 300 C setelah dilakukan proses pengelasan  

Gunakan diagram Schaeffler guna memprediksi fasa yang terjadi pada saat melakukan pengelasan Stainless Steel 

Transformasi Fasa Besi Karbon (Fe3C)
click disini
           Pada diagram fasa yang ditunjukkan pada gambar 10.26, Besi murni selama pemanasan menunjukan perubahan struktur Kristal sebelum ini meleleh. Pada temperature ruangan, disebut Ferrite atau α besi yang merupakan struktur Kristal BCC. Ferrite menunjukan transformasi Polymorphic menuju Austenite FCC, atau γ besi pada 912oC (1674oF).disini Austenite menuju 1394oC, yang mana Temperatur Austenite FCC kembali ke fasa BCC yang diketahui sebagai δ Ferrite, yang mana akhirnya meleleh pada temperature 1538o C (2800oF). semua perubahan ini ditunjukan sepanjang garis sumbu vertical sebelah kiri pada diagram fasa.
          Pada sumbu komposisi dalam gambar 10.26 yang terdiri 6.7% C, pada konsentrasi ini kadar campuran besi karbida atau Cementite (Fe3C) terbentuk yang mana ditunjukkan oleh garis vertical dalam diagram fasa. Sehingga, sistem dari besi karbon akan dibagi kedalam dua bagian yaitu bagian yang banyak kandungan besi yang ditunjukan pada gambar 10.26 dan yang lainnyatidak ditunjukkan pada komposisi 6.70 – 100% C (Grafit murni). Pada akhirnya, semua baja dan besi cor mengandung kurang dari 6.70% C, yang mana kita dapat menyimpulkan hanya terdapat didalam sistem besi karbida.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar